
بِسْــــــــــــــــمِﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Rasulullah SAW bersabda, عَنْ اَبِى مُوْسَى رض قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ اِلىَ النَّبِيّ ص فَقَالَ: الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذّكْرِ وَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِى سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ: مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ اْلعُلْيَا فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ. البخارى 3: 206
Dari Abu Musa RA, ia berkata : Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, "Ada orang yang berperang supaya mendapatkan harta rampasan, ada lagi orang yang berperang untuk mendapat sebutan (cari nama), dan ada lagi orang yang berperang supaya dipuji orang (sebagai pemberani), siapa diantara mereka itu yang termasuk dijalan Allah ?. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Barangsiapa yang berperang agar supaya kalimat Allah itu yang paling tinggi, maka dialah yang (berperang) dijalan Allah". [HR. Bukhari juz 3, hal. 206]
عَنْ اَبِى مُوْسَى قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَنِ الرَّجُلِ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَ يُقَاتِلُ رِيَاءً، اَيُّ ذٰلِكَ فِى سَبِيْلِ اللهِ ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ اْلعُلْيَا فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ. مسلم 3: 1513
Dari Abu Musa, ia berkata : Rasulullah SAW pernah ditanya tentang orang yang berperang karena keberanian, orang yang berperang karena membela golongannya dan orang yang berperang karena riya' (ingin dipuji orang), siapa diantara mereka itu yang termasuk dijalan Allah ?. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Barangsiapa yang berperang agar supaya kalimat Allah itu yang paling tinggi, maka dialah yang (berperang) dijalan Allah". [HR. Muslim juz 3, hal. 1513]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: َلاَتَصَدَّقَنَّ اللَّيْلَةَ بِصَدَقَةٍ. فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِى يَدِ زَانِيَةٍ، فَاَصْبَحُوْا يَتَحَدَّثُوْنَ: تُصُدّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ. قَالَ: اَللّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ عَلَى زَانِيَةٍ. َلاَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ. فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِى يَدِ غَنِيّ، فَاَصْبَحُوْا يَتَحَدَّثُوْنَ: تُصُدّقَ عَلَى غَنِيّ. قَالَ: اَللّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ عَلَى غَنِيّ. َلاَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ. فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِى يَدِ سَارِقٍ، فَاَصْبَحُوْا يَتَحَدَّثُوْنَ: تُصُدّقَ عَلَى سَارِقٍ. فَقَالَ: اَللّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ عَلَى زَانِيَةٍ وَ عَلَى غَنِيّ وَ عَلَى سَارِقٍ. فَاُتِيَ فَقِيْلَ لَهُ: اَمَّا صَدَقَتُكَ فَقَدْ قُبِلَتْ. اَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا تَسْتَعِفُّ بِهَا عَنْ زِنَاهَا. وَ لَعَلَّ اْلغَنِيَّ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقُ مِمَّا اَعْطَاهُ اللهُ. وَ لَعَلَّ السَّارِقَ يَسْتَعِفُّ بِهَا عَنْ سَرِقَتِهِ. مسلم 2: 709
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda : Seorang laki-laki berkata, "Aku akan memberikan sedeqah pada malam hari ini". Lalu dia keluar membawa sedeqahnya dan ternyata sedeqahnya itu jatuh di tangan seorang wanita pezina. Pagi harinya orang-orang sama membicarakan, "Tadi malam, seorang wanita pezina mendapat sedeqah". Laki-laki itu lalu mengucap, "Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Sedeqahku jatuh pada wanita pezina. Aku akan bersedeqah lagi". (Malam berikutnya) dia keluar membawa sedeqahnya dan ternyata jatuh di tangan orang kaya. Pagi harinya orang-orang sama membicarakan, "Sedeqah diberikan kepada orang kaya". Laki-laki itu lalu mengucap, "Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Sedeqahku jatuh pada orang kaya. Aku akan bersedeqah lagi". (Malam berikutnya) dia pun keluar dengan membawa sedeqah dan ternyata jatuh di tangan pencuri. Pagi harinya orang-orang sama membicarakan, "Sedeqah diberikan kepada pencuri". Laki-laki itu lalu mengucap, "Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Sedeqahku ternyata jatuh pada wanita pezina, pada orang kaya dan pada pencuri". Lalu dia didatangi dan diberitahu, "Sedeqahmu benar-benar sudah terkabul. Adapun wanita pezina, boleh jadi dengan sedeqahmu itu ia akan berhenti dari berzina. Boleh jadi orang kaya (yang diberi sedeqah) tersebut dengannya akan mengambil pelajaran lalu mau memberikan sebagian apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Dan boleh jadi si pencuri dengan sedeqah itu akan berhenti dari mencuri". [HR, Muslim juz 2, hal. 709]
عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّمَا اْلاَعْمَالُ بِالنّيَّةِ. وَ اِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلىَ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ. وَ مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلىَ مَا هَاجَرَ اِلَيْهِ. مسلم 3: 1515
Dari Umar bin Khaththab, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan pahala thaat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena menginginkan dunia yang akan ia dapatkan, atau wanita yang ia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan sesuai niatnya dia berhijrah". [HR. Muslim juz 3, hal. 1515]
عَنْ عُمَرَ رض قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص اُرَاهُ يَقُوْلُ: اَلاَعْمَالُ بِالنّيَّةِ. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلىَ دُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلىَ مَا هَاجَرَ اِلَيْهِ. وَ مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلىَ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ ص. البخارى 4: 252
Dari Umar RA, ia berkata : Saya mendengar Nabi SAW bersabda, "Amal perbuatan itu tergantung niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan dunia yang akan ia dapatkan, atau wanita yang ia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan sesuai niatnya dia berhijrah. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan pahala thaat kepada Allah dan Rasul-Nya SAW". [HR. Bukhari juz 4, hal. 252]
Bagikan
Ikhlash (2)
4/
5
Oleh
Fatima
