
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
Petunjuk Rasulullah SAW untuk bersikap Jujurعَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ فَاِنَّ الصّدْقَ يَهْدِى اِلىَ اْلبِرّ وَ اِنَّ اْلبِرَّ يَهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَتَحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدّيْقًا. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اِنَّ اْلفُجُوْرَ يَهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَ يَتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا. مسلم 4: 2013
Dari 'Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta". [HR. Muslim juz 4, hal. 2013]
عَنْ اَبِى بَكْرٍ الصّدّيْقِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلبِرّ وَ هُمَا فِى اْلجَنَّةِ. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ، فَاِنَّهُ مَعَ اْلفُجُوْرِ وَ هُمَا فِى النَّارِ. ابن حبان فى صحيحه 5: 368، رقم 5743
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka". [HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya, juz 5, hal. 368, no. 5743]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ الصّدْقَ بِرٌّ، وَ اِنَّ اْلبِرَّ يَهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ اِنَّ اْلعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدّيْقًا. وَ اِنَّ اْلكَذِبَ فُجُوْرٌ، وَ اِنَّ اْلفُجُوْرَ يَهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ اِنَّ اْلعَبْدَ لَيَتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا. مسلم 4: 2013
Dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya jujur itu adalah kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga. Dan sesungguhnya seorang hamba memilih berlaku jujur sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu adalah kedurhakaan, dan sesungguhnya durhaka itu membawa ke neraka. Dan sesungguhnya seorang hamba memilih berlaku dusta sehingga dicatat (di sisi Allah) sebagai pendusta". [HR. Muslim juz 4, hal. 2013]
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِضْمَنُوْا لىِ سِتًّا مِنْ اَنْفُسِكُمْ، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْتُمِنْتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبْصَارَكُمْ، وَ كُفُّوْا اَيْدِيَكُمْ. احمد و ابن ابى الدنيا و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و البيهقى، فى الترغيب و الترهيب 3: 587
Dari Ubadah bin Shamit RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda, "Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara dari dirimu, niscaya aku menjamin surga bagimu : 1. Jujurlah apabila kamu berbicara, 2. Sempurnakanlah (janjimu) apabila kamu berjanji, 3. Tunaikanlah apabila kamu diberi amanat, 4. Jagalah kemaluanmu, 5. Tundukkanlah pandanganmu (dari ma'shiyat) dan 6. Tahanlah tanganmu (dari hal yang tidak baik)". [HR. Ahmad, Ibnu Abid-Dunya, Ibnu Hibban di dalam shahihnya, Hakim dan Baihaqi, di dalam At-Targhiib wat Tarhiib juz 3, hal. 587]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ يَجْتَمِعُ اْلكُفْرُ وَ
اْلاِيْمَانُ فِى قَلْبِ امْرِئٍ، وَ لاَ يَجْتَمِعُ الصّدْقُ وَ اْلكَذِبُ جَمِيْعًا وَ لاَ تَجْتَمِعُ اْلخِيَانَةُ وَ اْلاَمَانَةُ جَمِيْعًا. احمد، فى الترغيب و الترهيب 3: 595
Dari Abu Hurairah RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan berkumpul kekafiran dengan keimanan di hati seseorang, begitu pula tidak akan berkumpul bersama-sama kejujuran dengan kedustaan dan tidak akan berkumpul bersama-sama khianat dengan amanat". [HR. Ahmad, di dalam At-Targhiib wat Tarhiib juz 3, hal. 595]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ يَسْتَقِيْمُ اِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ، وَ لاَ يَسْتَقِيْمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ لِسَانُهُ، وَ لاَ يَدْخُلُ رَجُلٌ اْلجَنَّةَ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. احمد 3: 198
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus pula lisannya. Dan tidak akan masuk surga orang yang (membuat) tetangganya itu tidak aman dari kejahatannya". [HR. Ahmad juz 3, hal. 198].
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ يُؤْمِنُ اْلعَبْدُ اْلاِيْمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ اْلكَذِبَ فِى اْلمَزَاحَةِ وَ اْلمِرَاءَ وَ اِنْ كَانَ صَادِقًا. احمد و الطبرانى، فى الترغيب و الترهيب 3: 594
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah beriman seorang hamba dengan iman sepenuhnya sehingga ia meninggalkan berdusta dalam bergurau dan (meninggalkan) berbantah meskipun ia benar". [HR. Ahmad dan Thabrani, di dalam At-Targhiib wat Tarhiib juz 3, hal. 594]
عَنْ اَبِى اُمَامَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِى وَسَطِ اْلجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ اْلكَذِبَ وَ اِنْ كَانَ مَازِحًا. البيهقى بإسناد حسن، فى الترغيب و الترهيب 3: 589
Dari Abu Umamah RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda, "Saya menjamin dengan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam bergurau". [HR. Baihaqi dengan sanad Hasan, di dalam At-Targhiib wat Tarhiib juz 3, hal. 589]
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Bagikan
Jujur (1)
4/
5
Oleh
Fatima
