Thaharah (10)

بِسْــــــــــــــــمِﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
3. Beristinsyaq dan bermadlmadlah

Beristinsyaq adalah memasukkan air ke hidung lalu menghembuskannya keluar dan bermadlmadlah (berkumur).

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا تَوَضَّأَ اَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِى اَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لِيَنْتَثِرْ. احمد و البخارى و مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian berwudlu hendaklah ia memasukkan air ke hidungnya kemudian ia hembuskan”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَمَرَ بِاْلمَضْمَضَةِ وَ اْلاِنْتِنْشَاقِ. الدارقطنى

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW menyuruh bermadlmadlah dan beristinsyaq”. [HR. Daruquthni]

4. Melebihkan sedikit anggota yang dibasuh

Kita diperintahkan supaya melebihkan sedikit pada anggota-anggota yang wajib dibasuh, yaitu pada muka, tangan dan kaki.

عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اْلمُجَمِّرِ رض قَالَ: تَوَضَّأَ اَبُوْ هُرَيْرَةَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَاَسْبَغَ اْلوُضُوْءَ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ اْليُمْنَى حَتَّى اَشْرَعَ فِى اْلعَضُدِ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ اْليُسْرَى حَتَّى اَشْرَعَ فِى اْلعَضُدِ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ اْليُمْنَى حَتَّى اَشْرَعَ فِى السَّاقِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ اْليُسْرَى حَتَّى اَشْرَعَ فِى السَّاقِ، ثُمَّ قَالَ: هكَذَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَتَوَضَّأُ. وَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَنْتُمُ اْلغُرُّ اْلمُحَجَّلُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ مِنْ اِسْبَاغِ اْلوُضُوْءِ فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ فَلْيُطِلَّ غُرَّتَهُ وَ تَحْجِيْلَهُ. مسلم

Dari Nu’aim bin ‘Abdullah Al-Mujammiri RA, ia berkata : Abu Hurairah RA pernah berwudlu, maka dia membasuh mukanya dan menyempurnakan wudlu. Kemudian dia membasuh tangannya yang kanan sampai ke lengannya, lalu membasuh tangannya yang kiri sampai ke lengannya juga. Kemudian dia mengusap kepalanya, lalu membasuh kakinya yang kanan sampai ke betis dan membasuh kaki yang kiri sampai betis pula. Kemudian ia berkata, “Demikianlah saya melihat Rasulullah SAW berwudlu”. Dan (Abu Hurairah) berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Kamu sekalian adalah orang-orang yang bersinar putih cemerlang dahi, tangan dan kakinya pada hari qiyamat karena menyempurnakan wudlunya. Maka baransiapa diantar kalian yang mampu, hendaklah ia lebihkan sinar putih pada dahi, tangan dan kakinya itu (dengan melebihkan membasuh muka, tangan dan kaki)”. [HR. Muslim]

5. Mendahulukan membasuh anggota sebelah kanan

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُحِبُّ التَّيَامُنَ فِى تَنَعُّلِهِ وَ تَرَجُّلِهِ وَ طَهُوْرِهِ وَ فِى شَأْنِهِ كُلِّهِ. البخارى و مسلم

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW suka mendahulukan sebelah kanannya di waktu memakai sepatu, bersisir, bersuci dan di segala urusannya”. [HR. Bukhari dan Muslim]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: اِذَا لَبِسْتُمْ وَ اِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَأُوْا بِاَيَامِيْنِكُمْ. احمد و ابو داود

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Apabila kamu memakai pakaian dan apabila kamu berwudlu, mulailah dengan sebelah kananmu”. [HR. Ahmad dan Abu Dawud]

Cara Menyapu Telinga

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ زَيْدٍ رض قَالَ: اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَاَقْبَلَ بِهِمَا وَ اَدْبَرَ بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا اِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا اِلَى اْلمَكَانِ الَّذِى بَدَأَ مِنْهُ. الجماعة

Dari ‘Abdullah bin Zaid RA, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW mengusap kepala beliau dengan kedua tangannya, beliau tarik kedua tangan itu ke depan dan ke belakang. Beliau memulai dari bagian depan kepala, lalu mengusap dengan kedua tangannya itu sampai ke tengkuknya, kemudian mengembalikan kedua tangan itu ke tempat memulainya tadi”. [HR. Jama’ah]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رض قَالَ: ثُمَّ رَاَيْتُ النَّبِيَّ ص مَسَحَ بِرَاْسِهِ وَ اَدْخَلَ اُصْبُعَيْهِ السَّبَابَتَيْنِ فِى اُذُنَيْهِ وَ مَسَحَ بِإِبْهَامَيْهِ طَاهِرَ اُذُنَيْهِ. ابو داود و النسائى

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA, ia berkata, “Kemudian saya melihat Nabi SAW menyapu kepalanya dan memasukkan dua jari telunjuknya dalam lipatan daun telinganya dan mengusap bagian belakang telinganya dengan kedua ibu jarinya”. [HR. Abu Dawud dan Nasai]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ زَيْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: َاْلاُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ. ابن ماجه

Dari ‘Abdullah bin Zaid RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Dua telinga itu termasuk kepala”. [HR. Ibnu Majah]


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


(bersambung) .....

Bagikan

Jangan lewatkan

Thaharah (10)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.