Ta'at Kepada Allah dan Rasul-Nya (2)



2. Ta'at kepada Rasul, berarti ta'at kepada Allah

Firman Allah SWT :

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. ال عمران: 31

Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali 'Imraan : 31]

وَ مَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللهِ، وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْآ اَنْفُسَهُمْ جَآءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَ اسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا. النساء: 64

Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditha'ati dengan seidzin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa' : 64].

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ تَوَلّى فَمَآ اَرْسَلْنكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا. النساء: 80

Barangsiapa yang mentha'ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentha'ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketha'atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. [QS. An-Nisaa' : 80]

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَ الْيَوْمَ اْلاخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا. الاحزاب: 21

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari qiyamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al-Ahzaab : 21]

.... وَمَآ اتيكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَـهيكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا، وَ اتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ. الحشر: 7

Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [QS. Al-Hasyr : 7]

Uraian :

Pada QS. Ali 'Imraan : 31 mengandung pengertian bahwa Nabi Muhammad SAW diperintah supaya menyatakan kepada ummat manusia : "Jika kamu sekalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan cinta kepadamu dan mengampuni dosa-dosamu". Tegasnya, "Jika kita benar-benar cinta kepada Allah, hendaklah kita mengikuti pimpinan dan petunjuk Rasulullah SAW, dengan demikian Allah akan mencintai kita.

Orang tidak mungkin akan mencintai sesuatu jika belum mengenal kepada yang dicintainya itu. Jadi syarat muthlaq bagi orang yang mencintai sesuatu itu haruslah mengetahui atau mengenal sesuatu yang dicintainya itu terlebih dahulu. Oleh karena itu kita tidak mungkin bisa mencintai Allah apabila kita belum mengenal-Nya. Untuk mengenal Allah dengan arti kata yang sebenarnya, haruslah kita mengikuti petunjuk Allah yang dibawa oleh utusan-Nya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian barulah kita mengenal Allah yang membawa kita cinta kepada-Nya.

Demikianlah, maka jika kita akan mencintai Allah, haruslah kita mengikuti pimpinan dan petunjuk Nabi SAW. Apabila kita mencintai Allah dan mengikuti petunjuk Nabi SAW, pastilah Allah akan cinta kepada kita, dan mengampuni dosa-dosa kita, karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Pada QS. An-Nisaa' : 64 mengandung pengertian bahwa Allah tidak mengutus seorang utusan pun melainkan untuk ditha'ati, diturut perintahnya, dan dijauhi larangannya dengan seidzin Allah.

Pada QS. An-Nisaa' : 80 mengandung pengertian bahwa barangsiapa yang tha'at kepada Rasul, yaitu Nabi Muhammad SAW, maka berarti ia mentha'ati Allah, karena yang demikian itu atas perintah Allah. Tetapi barangsiapa yang berpaling, tidak mau mentha'ati Rasul, maka yang demikian itu tidaklah menjadi tanggungan Rasul (Nabi Muhammad SAW), karena Rasul itu diutus bukan untuk menjadi pemelihara atau penjaga yang bertanggungjawab atas perbuatan orang yang tidak mau mentha'atinya.

Pada QS. Al-Ahzaab : 21 menunjukkan bahwa Rasulullah (Nabi Muhammad SAW) itu menjadi contoh ikutan atau suri teladan yang baik bagi kita orang-orang yang beriman, bagi orang-orang yang mengharapkan pahala dari Allah dan mengharapkan balasan pada hari akhirat, dan bagi orang-orang yang banyak dzikir (ingat) kepada Allah.

Dan pada QS. Al-Hasyr : 7 menunjukkan bahwa apa-apa yang dibawa atau diberikan oleh Rasulullah SAW haruslah kita ambil dan kita ikuti, dan apa-apa yang dilarangnya haruslah kita tinggalkan atau kita jauhi.

Ringkasnya, dalam kita mengerjakan perintah-perintah Allah, haruslah kita mengikuti pimpinan Rasul-Nya. Kita tha'at kepada Rasulullah SAW berarti pula kita tha'at kepada Allah SWT.

3. Sifat-sifat orang yang beriman

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْآ اِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِه لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَ اَطَعْنَا، وَ اُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ. النور: 51

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [QS. An-Nuur : 51]

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلاَ مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللهُ وَ رَسُوْلُه اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ، وَ مَنْ يَّعْصِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ ضَلَّ ضَللاً مُّبِيْنًا. الاحزاب: 36

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [QS. Al-Ahzaab : 36]

فَلاَ وَرَبّكَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ حَتّى يُحَكّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوْا فِيْ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مّمَّا قَضَيْتَ وَ يُسَلّمُوْا تَسْلِيْمًا. النساء: 65

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [QS. An-Nisaa' : 65]

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُقَدّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَ رَسُوْلِه وَاتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. الحجرات: 1

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Hujuraat : 1]

Uraian :

Pada QS. An-Nuur : 51, menunjukkan bahwa orang-orang yang benar-benar beriman itu, apabila mereka diajak supaya mengikuti Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW) untuk menerima hukum dari perselisihan yang terjadi diantara mereka, maka mereka mengatakan dengan tulus ikhlash, "Kami mendengar dan kami patuh", mereka tidak membantah sedikitpun. Terhadap orang-orang yang demikian itu Allah menyatakan, "Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Pada QS. Al-Ahzaab : 36, menunjukkan bahwa apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara (urusan), maka bagi orang mu'min laki-laki dan orang mu'min perempuan tidak akan membantah putusan Allah dan Rasul-Nya. Apabila ia membantah atau tidak mau menerima keputusan Allah dan Rasul-Nya, maka ia termasuk orang yang durhaka. Sedang barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia adalah sesat dengan kesesatan yang nyata.

Pada QS. An-Nisaa' : 65, menunjukkan bahwa orang-orang yang mengatakan telah beriman itu tidak dapat disebut beriman dengan sesungguhnya, sehingga mereka itu menyerahkan keputusan tentang segala sesuatu yang mereka perselisihkan itu kepada hukum Rasul (Nabi Muhammad SAW). Dan setelah menerima keputusan tersebut, mereka tidak merasa berat di hati mereka terhadap keputusan itu dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Pada QS. Al-Hujuraat : 1 tersebut mengandung petunjuk, bahwa orang-orang yang beriman dilarang keras mendahului hukum Allah dan hukum Rasul-Nya. Tegasnya orang-orang beriman tidak boleh melampaui batas keputusan Allah dan keputusan Rasul-Nya.

Dari ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pengertian bahwa orang-orang yang beriman haruslah mau menerima hukum-hukum yang telah diberikan oleh Allah (Al-Qur'an) dan yang telah diberikan oleh Rasul-Nya SAW (As-Sunnah), dan dilarang keras menyalahi hukum Allah dan hukum Rasul-Nya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

(bersambung) .....

Bagikan

Jangan lewatkan

Ta'at Kepada Allah dan Rasul-Nya (2)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.